<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4428412737778416"
crossorigin="anonymous"></script>
struktur sistem pencernaan
A.
Tujuan Praktikum
Dapat
mengurutkan bagian dari sistem pencernaan
B.
Alat Dan Bahan
1.
Gambar sistem pencernaan
2.
Alat tulis
C.
Landasan Teori
Digesti (pencernaan)
adalah proses pemecahan zat-zat makanan sehingga dapat diserap oleh saluran
pencernaan. Proses pencernaan meliputi: (1) pengambilan makanan (prehensi), (2)
memamah (mastikasi), (3) penelanan (deglutisi), (4) pencernaan (digesti), dan
(5) pengeluaran sisa-sisa pencernaan (egesti). Berdasarkan proses pencernaannya
dapat dibedakan menjadi digesti makanan secara mekanis, enzimatis, dan
mikrobiotis. Hasil akhir proses pencernaan adalah terbentuknya molekul-molekul
atau partikel-partikel makanan yakni: glukosa, asam lemak, dan asam amino yang
siap diserap (absorpsi) oleh mukosa saluran pencernaan. Selanjutnya,
partikel-partikel makanan tersebut dibawa melalui sistem sirkulasi
(tranportasi) untuk diedarkan dan digunakan oleh sel-sel tubuh sebagai bahan
untuk proses metabolisme (assimilasi) sebagai sumber tenaga (energi), zat
pembangun (struktural), dan molekul-molekul fungsional (hormon, enzim) dan
keperluan tubuh lainnya. (Hickman, 1998: 116).
Sistem pencernaan
tersusun atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.
1. Saluran pencernaan pada manusia tersusun atas:
a. Mulut (rongga mulut)
Di rongga mulut
terdapat gigi (gerigi) yang berfungsi untuk menyobek, mengunyah zat-zat makanan
secara mekanis sehingga menjadi zat-zat yang lebih kecil dan memudahkan
bekerjanya enzim pencernaan. Di rongga mulut terdapat bibir, lidah dan palatum
(langit-langit) untuk membantu penguyahan zat makanan, dan penelanan zat
makanan. Di rongga mulut terdapat muara kelenjar air liur (saliva) yang
mengandung enzim ptyalin (amilase).
b. Faring (Pharynx) adalah persilangan antara saluran
makanan dan saluran udara. Epiglotis berperan sebagai pengatur (klep) kedua
saluran tersebut. Pada saat menelan makanan saluran udara ditutup oleh
epiglotis dan sebaliknya jika sedang menghirup nafas.
c. Esofagus (kerongkongan) adalah saluran panjang
berotot (muskuler) yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung. Pada batas
antara esophagus dengan lambung terdapat sphincter esophagii yang berfungsi
mengatur agar makanan yang sudah masuk ke dalam lambung tidak kembali ke
esophagus (Tim Biologi Umum, 2015: 77).
d. Gastrium (lambung), di lambung, makanan ditampung,
disimpan, dan dicampur dengan asam lambung, lendir dan pepsin. Mukosa lambung
banyak mengandung kelenjar pencernaan. Kelenjar pada bagian pilorika dan
kardiaka menghasilkan lendir. Kelenjar pada fundus terdapat sel parietal
(oxyntic cell) menghasilkan HCl, dan chief cell menghasilkan pepsinogen. Proses
pencernaan di lambung meliputi: 1) Pencernaan pada lambung sebatas pada
protein, sangat sedikit lemak, dan karbohidrat. Absorpsi zat-zat tertentu
seperti; alkohol, obat-obatan. 2) Makanan setelah melewati lambung menjadi
dalam bentuk bubur makanan (chyme). Dengan mekanisme dorongan dari otot lambung
chyme menuju ke usus dua belas jari (duodenum).
e. Intestinum tenue (usus halus). Usus halus dibedakan
menjadi 3 bagian: duodenum, jejunum, dan ileum.
1) Duodenum, pada duodenum terdapat muara dari duktus
koledokus dan duktus pankreatikus. Cairan empedu dari kantung empedu
dikeluarkan lewat duktus koledokus. Cairan pankreas lewat duktus pankreatikus.
Cairan pankreas mengandung enzim lipase, amylase, trypsinogen dan
chemotrypsinogen. Lipase untuk memecah lemak (setelah diemulsifikasikan oleh
empedu) menjadi asam lemak dan gliserol. Amylase untuk memecah amilum menjadi
sakarida sederhana.
2) Jejunum Jejunum merupakan tempat absorpsi zat-zat
makanan. Proses penyerapan (absorpsi) zat-zat makanan meliputi; difusi,
osmosis, dan transpor aktif. 1) Monosakrida dan asam amino melalui mekanisme
difusi fasilitasi. 2) Asam lemak melalui mekanisme difusi biasa. 3) Vitamin
melalui mekanisme difusi biasa. 4) Air melalui mekanisme difusi dan osmose. 5)
Elektrolit dan mineral melalui mekanisme difusi, dan transport aktif.
3) Ileum Absorpsi melalui villi usus.
f. Intestinum crassum (usus besar), usus besar terdiri
atas caecum dan colon. Caecum berupa kantung- kantung dengan pita (taenia) dan
haustra. Colon dapat dibedakan menjadi colon ascenden (naik), transversal
(mendatar), descenden (turun). Usus besar merupakan tempat untuk absorpsi air
dan mineral yang tidak terserap di usus halus. Pencernaan secara mikrobiotis
oleh bakteri komensal (E. coli), menghasilkan gas, dan sintesis vit. K. 7.
Rektum Rektum merupakan kantung yang berfungsi menampung feses. Setelah penuh
terjadi perangsangan karena ekstensi (peregangan) dinding rektum sehingga
timbul keinginan untuk berak (defikasi).
g. Anus, anus adalah katup muskuler (spinchter ani)
berfungsi mengatur pengeluaran tinja. Kelainan saluran pencernaan: 1. Mencret
(Diare), karena adanya rangsangan yang berlebihan sehingga motilitas usus
meningkat. 2. Konstipasi, karrena defekasi yang tidak teratur dan sulit (Rifai,
2002: 89).
2.
Kelenjar Digesti
(Glandula Digestoria)
a. Kelenjar saliva (ludah) Kelenjar saliva manusia
terdiri atas 3 pasang:
1)
Kelenjar
parotid, terletak di depan telinga, muaranya pada gusi sebelah atas.
2)
Kelenjar
mandibularis (submaksilaris) terletak di dekat mandibula (rahang bawah),
muaranya di bawah lidah.
3)
Kelenjar
sublingualis, terletak di dasar mulut, muaranya di bawah lidah.
b. Hati (Hepar)
Hepar
tersusun atas sel-sel hati yang disebut heatosit dan membagi hepar dalam
lobi-lobi. Lobulus hati berbentuk heksagonal, sel-sel parenkim hepar tersusun
secara radier (menjari) dengan vena sentralis terletak di tengah. Sel-sel ini
berbentuk poligonal, sitoplasma granulair dengan tetes-tetes glikogen. Sel hati
berperan menghasilkan empedu sebagai hasil ekskresi dan sekresi. Ekskresi
karena mengandung pigmen empedu yang selanjutnya dikeluarkan lewat feses dan
urine.
c. Pankreas
Pankreas
dapat dibedakan menjadi bagian eksokrin dan endokrin. Bagian eksokrin oleh
sel-sel acini pankreas berfungsi menghasilkan cairan pencernaan (enzim
pencernaan). Bagian endokrin sel-sel Islet Langerhans berfungsi menghasilkan
hormon. Regulasi sekresi enzim pencernaan pada usus halus bermula dari asam
lambung yang menuju ke duodenum, selanjutnya merangsang sekresi hormon sekretin
oleh mukosa duodenal. Sekretin merangsang 1) Asini pankreas (bagian eksokrin)
untuk mensekresikan cairan pankreas yang bersifat alkalis (basa) untuk menetralkan
asam lambung. 2) Pada saat yang sama chyme merangsang pelepasan hormon
pankreosimin dari muksa duodenum untuk mempengaruhi pankreas mensekrsikan enzim
digesti (Ramlati, 2017: 87).
D.
Prosedur Percobaan
1.
Perhatikan gambar sistem pencernaan yang
terdapat pada lembar kerja di akhir modul ini.
2.
Urutkan sistem pencernaan tersebut dari
mulut.
3.
Tuliskan bagian-bagian tadi pada lembar
kerja.
4.
Simpulan apa yang dapat di ambil dari
percobaan ini.
E.
Hasil
Pengamatan
Tabel 1. Hasil Pengamatan Sistem Pencernaan
|
Gambar |
No |
Nama |
|
|
1 |
Kelenjer ludah |
|
2 |
Parotis |
|
|
3 |
Submandibularis |
|
|
4 |
Sublingualis |
|
|
5 |
Rongga mulut |
|
|
6 |
Amandel |
|
|
7 |
Lidah |
|
|
8 |
Esofagus |
|
|
9 |
Pankreas |
|
|
10 |
Lambung |
|
|
11 |
Saluran pankreas |
|
|
12 |
Hati |
|
|
13 |
Kantung empedu |
|
|
14 |
Duodenum |
|
|
15 |
Saluran empedu |
|
|
16 |
Kolon/ usus besar |
|
|
20 |
Ileum |
|
|
21 |
Sekum |
|
|
22 |
Umbai cacing |
|
|
23 |
Rektum |
|
|
24 |
Anus |
F.
Pertanyaan-pertanyaan
1.
Sebutkan bagian dari sistem pencernaan yang
menghasilkan enzim!
Jawab : Mulut, lambung, usus halus,
pankreas
2.
Enzim apa saja yang dihasilkan oleh
organ-organ tersebut!
3.
Enzim-enzim tersebut dapat mengubah zat
makanan apa saja menjadi apa saja, uraikan dengan jelas.
Jawaban no 2 dan 3
Mulut
Di dalam ludah
terdapat enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi
mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum)
menjadi gula sederhana (maltosa).
Lambung
1)
Asam lambung berfungsi membunuh kuman
penyakit atau bakteri yang masuk bersama makanan dan juga berfungsi untuk
mengaktifkan pepsinogen menjadipepsin.
2)
Pepsin berfungsi
memecah protein menjadi pepton dan proteosa.
3)
Renin berfungsi
menggumpalkan protein susu (kasein)
yang terdapat dalam susu.
Usus Halus
1)
Disakaridase,
berperan menghidrolisis disakarida menjadi monosakarida. Dibedakaan menjadi:
maltase, laktase, dan sukrase.
2)
Peptidase, untuk
menghidrolisis polipeptida dan dipeptida menjadi asam amino.
3)
Lipase usus,
berperan menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Pankreas
1)
Amilopsin (amilase
pankreas) yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa).
2)
Steapsin (lipase
pankreas) yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
3)
Tripsinogen jika
belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah protein danpepton menjadi dipeptida dan
asam amino yang siap diserap oleh usus halus.
G.
Pembahasan
Sistem
pencernaan makanan melibatan berbagai organ dalam prosesnya mulai dari mulut
sampai anus. Mulut adalah bagian pertama yang dilalui oleh makanan. Di dalam
mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjer ludah. Gigi berfungsi untuk mengoyak
dan menyobek makanan. Lidah berfungsi untuk mendorong makanan hingga masuk ke
kerongkongan. Di dalam mulut terjadi proses pencernaan makanan secara mekanik
dan kimiawi. Pencernaan mekanik di lakukan oleh gigi dan pencernaan kimiawi
dilakukan oleh enzim ptialin yang mengubah amilum menjadi maltosa.
Setelah
itu makanan masuk ke kerongkongan. Di dalam kerongkongan tidak terjadi
pencernaan makanan tetapi mengalami gerak peristaltik yaitu gerakan yang
terjadi pada otot-otot dinding kerongkongan sehingga makanan dapat di telan
masuk ke dalam lambung. Sesampainya di lambung makanan akan dinetralkan oleh
asam lambung melalui gerakan peristaltik. Makanan dapat disimpan dalam lambung
selama 2-5 jam. Makanan akan dicerna secara kimiawi oleh enzim pepsin dan renin
sehingga membentuk bubur/chyme.
Selanjutnya
makanan masuk kedalam usus halus. Usus halus panjangnya 7 meter yang terdiri
dari 3 bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum) yang panjangnya sekitar 12
ruas jari orang dewasa, usus kosong ( jejunum) disebut demikian karena pada
orang yang telah meninggal usus tersebut telah kosong, dan usus penyerapan
(ileum) pada bagian ini lah sari-sari makanan diserap oleh dinding usus halus
yang terdapat vili yang berjumlah lebih kurang 5 juta vili. Pencernaan pada
usus halus dibantu oleh pankreas yang menghasilkan getah pankreas yang masuk ke
duodenum melalui saluran pankreas yang menghasilkan enzim lipase, amilase,
peptidase, nuklease, dll.
Sisa-sisa
makanan yang tidak diserap oleh tubuh melalui usus makan akan masuk ke usus
besar. Didalam usus besar terjadi penyerapan dan penambahan air. Jika sisa
makanan yang masuk kelebihan air maka akan diserap, jika sisa makanan yang
masuk kekurangan air maka akan terjadi penambahan air. Tujuannya adalah agar
feses yang dikeluarkan tidak terlau padat dan tidak terlalu cair. Proses
pembusukan di usus halus dibantu oleh bakteri Escherichia coli. Setelah itu feses akan dikeluarkan melalui anus.
H.
Kesimpulan
Pencernaan
makanan disusun oleh organ pencernaan dan kelenjer pencernaan yang saling
bekerja sama untuk memproses makanan yang kita makan sehingga dimanfaatkan oleh
tubuh dalam bentuk energi. Organ pencernaan dimulai dari mulut, kerongkongan
(esofagus), lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Kelenjer pencernaan yang
berperan dalam proses pencernaan adalah kelenjer ludah, kelenjer usus, dan
kelenjer lambung, dan kelenjer pankreas.
I.
Kesulitan yang dialami
Kesulitan yang dialami
adalah saat kegiatan dokementasi terhadap objek adalah secara langsung, karena
yang diamati adalah sistem pencernaan makanan pada manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Hickman,
C.P., Roberts, L.S., and Larson, A. 1998. Biology of Animals. 7th ed. New York: McGraw Hill Company Inc.
Rifai,
M.A. 2002. Biologi. Jakarta : Balai
Pustaka.
Ramlati, dkk. 2017. Biologi. Jakarta: Kemendikbud.
Tim Biologi Umum. 2005.
Buku Ajar Biologi Umum. Padang: UNP
Press.

No comments:
Post a Comment