Saturday, October 1, 2022

Laporan Praktikum Pencernaan Makanan

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4428412737778416"

     crossorigin="anonymous"></script>

struktur sistem pencernaan

 

A.          Tujuan Praktikum

Dapat mengurutkan bagian dari sistem pencernaan

B.           Alat Dan Bahan

1.      Gambar sistem pencernaan

2.      Alat tulis

C.          Landasan Teori

Digesti (pencernaan) adalah proses pemecahan zat-zat makanan sehingga dapat diserap oleh saluran pencernaan. Proses pencernaan meliputi: (1) pengambilan makanan (prehensi), (2) memamah (mastikasi), (3) penelanan (deglutisi), (4) pencernaan (digesti), dan (5) pengeluaran sisa-sisa pencernaan (egesti). Berdasarkan proses pencernaannya dapat dibedakan menjadi digesti makanan secara mekanis, enzimatis, dan mikrobiotis. Hasil akhir proses pencernaan adalah terbentuknya molekul-molekul atau partikel-partikel makanan yakni: glukosa, asam lemak, dan asam amino yang siap diserap (absorpsi) oleh mukosa saluran pencernaan. Selanjutnya, partikel-partikel makanan tersebut dibawa melalui sistem sirkulasi (tranportasi) untuk diedarkan dan digunakan oleh sel-sel tubuh sebagai bahan untuk proses metabolisme (assimilasi) sebagai sumber tenaga (energi), zat pembangun (struktural), dan molekul-molekul fungsional (hormon, enzim) dan keperluan tubuh lainnya. (Hickman, 1998: 116).

Sistem pencernaan tersusun atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.

1.      Saluran pencernaan pada manusia tersusun atas:

a.       Mulut (rongga mulut)

Di rongga mulut terdapat gigi (gerigi) yang berfungsi untuk menyobek, mengunyah zat-zat makanan secara mekanis sehingga menjadi zat-zat yang lebih kecil dan memudahkan bekerjanya enzim pencernaan. Di rongga mulut terdapat bibir, lidah dan palatum (langit-langit) untuk membantu penguyahan zat makanan, dan penelanan zat makanan. Di rongga mulut terdapat muara kelenjar air liur (saliva) yang mengandung enzim ptyalin (amilase).

b.      Faring (Pharynx) adalah persilangan antara saluran makanan dan saluran udara. Epiglotis berperan sebagai pengatur (klep) kedua saluran tersebut. Pada saat menelan makanan saluran udara ditutup oleh epiglotis dan sebaliknya jika sedang menghirup nafas.

c.       Esofagus (kerongkongan) adalah saluran panjang berotot (muskuler) yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung. Pada batas antara esophagus dengan lambung terdapat sphincter esophagii yang berfungsi mengatur agar makanan yang sudah masuk ke dalam lambung tidak kembali ke esophagus (Tim Biologi Umum, 2015: 77).

d.      Gastrium (lambung), di lambung, makanan ditampung, disimpan, dan dicampur dengan asam lambung, lendir dan pepsin. Mukosa lambung banyak mengandung kelenjar pencernaan. Kelenjar pada bagian pilorika dan kardiaka menghasilkan lendir. Kelenjar pada fundus terdapat sel parietal (oxyntic cell) menghasilkan HCl, dan chief cell menghasilkan pepsinogen. Proses pencernaan di lambung meliputi: 1) Pencernaan pada lambung sebatas pada protein, sangat sedikit lemak, dan karbohidrat. Absorpsi zat-zat tertentu seperti; alkohol, obat-obatan. 2) Makanan setelah melewati lambung menjadi dalam bentuk bubur makanan (chyme). Dengan mekanisme dorongan dari otot lambung chyme menuju ke usus dua belas jari (duodenum).

e.       Intestinum tenue (usus halus). Usus halus dibedakan menjadi 3 bagian: duodenum, jejunum, dan ileum.

1)      Duodenum, pada duodenum terdapat muara dari duktus koledokus dan duktus pankreatikus. Cairan empedu dari kantung empedu dikeluarkan lewat duktus koledokus. Cairan pankreas lewat duktus pankreatikus. Cairan pankreas mengandung enzim lipase, amylase, trypsinogen dan chemotrypsinogen. Lipase untuk memecah lemak (setelah diemulsifikasikan oleh empedu) menjadi asam lemak dan gliserol. Amylase untuk memecah amilum menjadi sakarida sederhana.

2)      Jejunum Jejunum merupakan tempat absorpsi zat-zat makanan. Proses penyerapan (absorpsi) zat-zat makanan meliputi; difusi, osmosis, dan transpor aktif. 1) Monosakrida dan asam amino melalui mekanisme difusi fasilitasi. 2) Asam lemak melalui mekanisme difusi biasa. 3) Vitamin melalui mekanisme difusi biasa. 4) Air melalui mekanisme difusi dan osmose. 5) Elektrolit dan mineral melalui mekanisme difusi, dan transport aktif.

3)      Ileum Absorpsi melalui villi usus.

f.       Intestinum crassum (usus besar), usus besar terdiri atas caecum dan colon. Caecum berupa kantung- kantung dengan pita (taenia) dan haustra. Colon dapat dibedakan menjadi colon ascenden (naik), transversal (mendatar), descenden (turun). Usus besar merupakan tempat untuk absorpsi air dan mineral yang tidak terserap di usus halus. Pencernaan secara mikrobiotis oleh bakteri komensal (E. coli), menghasilkan gas, dan sintesis vit. K. 7. Rektum Rektum merupakan kantung yang berfungsi menampung feses. Setelah penuh terjadi perangsangan karena ekstensi (peregangan) dinding rektum sehingga timbul keinginan untuk berak (defikasi).

g.      Anus, anus adalah katup muskuler (spinchter ani) berfungsi mengatur pengeluaran tinja. Kelainan saluran pencernaan: 1. Mencret (Diare), karena adanya rangsangan yang berlebihan sehingga motilitas usus meningkat. 2. Konstipasi, karrena defekasi yang tidak teratur dan sulit (Rifai, 2002: 89).

2.      Kelenjar Digesti (Glandula Digestoria)

a.   Kelenjar saliva (ludah) Kelenjar saliva manusia terdiri atas 3 pasang:

 

1)      Kelenjar parotid, terletak di depan telinga, muaranya pada gusi sebelah atas.

2)      Kelenjar mandibularis (submaksilaris) terletak di dekat mandibula (rahang bawah), muaranya di bawah lidah.

3)      Kelenjar sublingualis, terletak di dasar mulut, muaranya di bawah lidah.

b.   Hati (Hepar)

Hepar tersusun atas sel-sel hati yang disebut heatosit dan membagi hepar dalam lobi-lobi. Lobulus hati berbentuk heksagonal, sel-sel parenkim hepar tersusun secara radier (menjari) dengan vena sentralis terletak di tengah. Sel-sel ini berbentuk poligonal, sitoplasma granulair dengan tetes-tetes glikogen. Sel hati berperan menghasilkan empedu sebagai hasil ekskresi dan sekresi. Ekskresi karena mengandung pigmen empedu yang selanjutnya dikeluarkan lewat feses dan urine.

c.   Pankreas

Pankreas dapat dibedakan menjadi bagian eksokrin dan endokrin. Bagian eksokrin oleh sel-sel acini pankreas berfungsi menghasilkan cairan pencernaan (enzim pencernaan). Bagian endokrin sel-sel Islet Langerhans berfungsi menghasilkan hormon. Regulasi sekresi enzim pencernaan pada usus halus bermula dari asam lambung yang menuju ke duodenum, selanjutnya merangsang sekresi hormon sekretin oleh mukosa duodenal. Sekretin merangsang 1) Asini pankreas (bagian eksokrin) untuk mensekresikan cairan pankreas yang bersifat alkalis (basa) untuk menetralkan asam lambung. 2) Pada saat yang sama chyme merangsang pelepasan hormon pankreosimin dari muksa duodenum untuk mempengaruhi pankreas mensekrsikan enzim digesti (Ramlati, 2017: 87).

D.          Prosedur Percobaan

1.    Perhatikan gambar sistem pencernaan yang terdapat pada lembar kerja di akhir modul ini.

2.    Urutkan sistem pencernaan tersebut dari mulut.

3.    Tuliskan bagian-bagian tadi pada lembar kerja.

4.    Simpulan apa yang dapat di ambil dari percobaan ini.

 

E.           Hasil Pengamatan

Tabel 1.  Hasil Pengamatan Sistem Pencernaan

Gambar

No

Nama

1

Kelenjer ludah

2

Parotis

3

Submandibularis

4

Sublingualis

5

Rongga mulut

6

Amandel

7

Lidah

8

Esofagus

9

Pankreas

10

Lambung

11

Saluran pankreas

12

Hati

13

Kantung empedu

14

Duodenum

15

Saluran empedu

16

Kolon/ usus besar

20

Ileum

21

Sekum

22

Umbai cacing

23

Rektum

24

Anus

 

 

F.           Pertanyaan-pertanyaan

1.     Sebutkan bagian dari sistem pencernaan yang menghasilkan enzim!

Jawab : Mulut, lambung, usus halus, pankreas

2.     Enzim apa saja yang dihasilkan oleh organ-organ tersebut!

3.    Enzim-enzim tersebut dapat mengubah zat makanan apa saja menjadi apa saja, uraikan dengan jelas.

Jawaban no 2 dan 3

Mulut

Di dalam ludah terdapat enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa). 

Lambung

1)      Asam lambung berfungsi membunuh kuman penyakit atau bakteri yang masuk bersama makanan dan juga berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadipepsin

2)      Pepsin berfungsi memecah protein menjadi pepton dan proteosa.

3)      Renin berfungsi menggumpalkan protein susu (kasein) yang terdapat dalam susu.

Usus Halus

1)      Disakaridase, berperan menghidrolisis disakarida menjadi monosakarida. Dibedakaan menjadi: maltase, laktase, dan sukrase.

2)      Peptidase, untuk menghidrolisis polipeptida dan dipeptida menjadi asam amino.

3)      Lipase usus, berperan menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

              Pankreas

1)      Amilopsin (amilase pankreas) yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa).

2)      Steapsin (lipase pankreas) yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

3)      Tripsinogen jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah protein danpepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus.

 

G.          Pembahasan

           Sistem pencernaan makanan melibatan berbagai organ dalam prosesnya mulai dari mulut sampai anus. Mulut adalah bagian pertama yang dilalui oleh makanan. Di dalam mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjer ludah. Gigi berfungsi untuk mengoyak dan menyobek makanan. Lidah berfungsi untuk mendorong makanan hingga masuk ke kerongkongan. Di dalam mulut terjadi proses pencernaan makanan secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik di lakukan oleh gigi dan pencernaan kimiawi dilakukan oleh enzim ptialin yang mengubah amilum menjadi maltosa.

           Setelah itu makanan masuk ke kerongkongan. Di dalam kerongkongan tidak terjadi pencernaan makanan tetapi mengalami gerak peristaltik yaitu gerakan yang terjadi pada otot-otot dinding kerongkongan sehingga makanan dapat di telan masuk ke dalam lambung. Sesampainya di lambung makanan akan dinetralkan oleh asam lambung melalui gerakan peristaltik. Makanan dapat disimpan dalam lambung selama 2-5 jam. Makanan akan dicerna secara kimiawi oleh enzim pepsin dan renin sehingga membentuk bubur/chyme.

           Selanjutnya makanan masuk kedalam usus halus. Usus halus panjangnya 7 meter yang terdiri dari 3 bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum) yang panjangnya sekitar 12 ruas jari orang dewasa, usus kosong ( jejunum) disebut demikian karena pada orang yang telah meninggal usus tersebut telah kosong, dan usus penyerapan (ileum) pada bagian ini lah sari-sari makanan diserap oleh dinding usus halus yang terdapat vili yang berjumlah lebih kurang 5 juta vili. Pencernaan pada usus halus dibantu oleh pankreas yang menghasilkan getah pankreas yang masuk ke duodenum melalui saluran pankreas yang menghasilkan enzim lipase, amilase, peptidase, nuklease, dll.

           Sisa-sisa makanan yang tidak diserap oleh tubuh melalui usus makan akan masuk ke usus besar. Didalam usus besar terjadi penyerapan dan penambahan air. Jika sisa makanan yang masuk kelebihan air maka akan diserap, jika sisa makanan yang masuk kekurangan air maka akan terjadi penambahan air. Tujuannya adalah agar feses yang dikeluarkan tidak terlau padat dan tidak terlalu cair. Proses pembusukan di usus halus dibantu oleh bakteri Escherichia coli. Setelah itu feses akan dikeluarkan melalui anus.

H.          Kesimpulan

         Pencernaan makanan disusun oleh organ pencernaan dan kelenjer pencernaan yang saling bekerja sama untuk memproses makanan yang kita makan sehingga dimanfaatkan oleh tubuh dalam bentuk energi. Organ pencernaan dimulai dari mulut, kerongkongan (esofagus), lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Kelenjer pencernaan yang berperan dalam proses pencernaan adalah kelenjer ludah, kelenjer usus, dan kelenjer lambung, dan kelenjer pankreas.

I.             Kesulitan yang dialami

         Kesulitan yang dialami adalah saat kegiatan dokementasi terhadap objek adalah secara langsung, karena yang diamati adalah sistem pencernaan makanan pada manusia.

DAFTAR PUSTAKA

Hickman, C.P., Roberts, L.S., and Larson, A. 1998. Biology of Animals. 7th ed.    New York: McGraw Hill Company Inc.

Rifai, M.A. 2002. Biologi. Jakarta : Balai Pustaka.

Ramlati, dkk. 2017. Biologi. Jakarta: Kemendikbud.

Tim Biologi Umum. 2005. Buku Ajar Biologi Umum. Padang: UNP Press.


No comments:

Post a Comment

ASESMEN SUMATIF TENGAH SEMESTER BIOLOGI

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT DINAS PENDIDIKAN SMAN 1 KECAMATAN SULIKI SOAL ASESMEN SUMATIF TENGAH    SEMESTER GANJIL TAHUN ...