Saturday, October 1, 2022

Laporan Praktikum Gerak Pada Tumbuhan

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4428412737778416"

     crossorigin="anonymous"></script>

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM

GERAK PADA TUMBUHAN

A.          Tujuan Percobaan

1.    Mengamati gerak seismonasti

2.    Mengamati gerak niktinasti

3.    Mengamati gerak geotropisme negatif pada tumbuhan

B.           Alat Dan Bahan

Seimonasti dan niktinasti

1.    Tanaman putri malu dalam pot 1 buah

2.    Kotak dari karton warna hitam atau kardus dilapisi kertas hitam 1 buah

3.    Stopwatch atau jam tangan 1 buah

4.    Alat alat tulis dan penggaris

Geotropisme

1.    Pohon berukuran kecil 2 buah

2.    Tanah yang subur secukupnya

3.    Biji kacang merah secukupnya

4.    Air secukupnya

C.          Landasan Teori

         Semua makhluk hidup mampu tanggap terhadap perubahan tertentu (stimuli) disekitarnya. Perubahan terhadap alam sekitar seperti cahaya, panas, gravitasi, bunyi, kontak mekanik, dan bahan-bahan kimia disekelilingnya merupakan stimuli umum dimana organisme harus bersifat tanggap. Agar tanggap terhadap stimuli ini organisme harus memiliki cara untuk mendeteksinya (Tim biologi umum, 2005: 17).

         Tumbuhan juga bergerak meskipun sangat terbatas pada bagian tubuh tertentu, berbeda dengan makhluk hidup lain yang dapat berpindah-pindah tempat. Tumbuhan tidak memiliki alat gerak dan sistem saraf yang spesifik sehingga tumbuhan melakukan gerakan sebatas menanggapi rangsangan dari lingkungan sekitar. Rangsangan tersebut berupa sentuhan, cahaya, suhu, air, kelembaban, dll. Berdasarkan sumber rangsangan gerakan pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 macam yaitu etionom dan endonom (Eka, 2006: 4).

         Gerak etionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar. Rangsangan dapar berupa cahaya, zat kimia, medan listrik, gravitasi bumu, dan air. Berdasarkan hubungan antara arah respon gerakan dengan asal rangsangan, gerak etionom dibedakan menjadi 3 yaitu tropisme, taksis, dan nasti. Gerak tropisme adalah gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangmya rangsangan. Tropisme positif adalah gerak yang menghampiri atau mendekati rangsangan dan tropisme negatif adalah gerak yang arahnya menjauhi rangsangan. Tropisme dibedakan menjadi beberapa macam yaitu geotropisme, fototropisme, tigmotropisme, kemotropisme, dan hidrotropisme. Gerak taksis adalah gerakan seluruh tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh datangnya rangsangan dibedakan menjadi 3 yaitu fototaksis, kemotaksis, dan galvanotaksis. Gerak nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi sama sekali oleh datangnya rangsangan. Gerak nasti seperti tigmonasti, fotonasti, niktinasti, termonasti, dan nasti kompleks (Zein, 2015: 5).

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4428412737778416"

     crossorigin="anonymous"></script>

<ins class="adsbygoogle"

     style="display:block; text-align:center;"

     data-ad-layout="in-article"

     data-ad-format="fluid"

     data-ad-client="ca-pub-4428412737778416"

     data-ad-slot="3050650303"></ins>

<script>

     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

</script>

D.          Prosedur Percobaan

1.    Seismonasti dan niktinasti

a. Seismonasti

1)      Sediakan alat dan bahan yang diperlukan.

2)      Pot putri malu sebaiknya disiapkan beberapa hari sebelumnya, sehingga ketika akan dilakukan percobaan pot tersebut dalam keadaan segar. Carilah tanaman putri malu ukuran sedang selanjutnya ambil tanaman dengan menyendoknya dengan sekop dan alat lain lalu pindahkan ke dalam pot tanpa mengganggu nya.

3)      Letakkan pot putri malu di atas meja, lakukan sentuhan halus hingga kasar terhadap daun tersebut menggunakan penggaris.

4)      Catat hasil pengamatan pada lembar kerja.

b. Niktinasti

1)      Sediakan dua pot putri malu.

2)      Berilah tanda A pada pot pertama dan tanda 2 pada pot kedua.

3)      Letakkan pot A di tempat terang dan terbuka.

4)      Simpanlah pot B diatas meja dan tutuplah menggunakan dengan kardus yang kedap cahaya.

5)      Biarkan pot B tertutup selama ½ jam

6)      Setelah itu buka kembali dengan hati-hati.

7)      Amati yang terjadi dengan putri malu tersebut dan bandingkan dengan putri malu A.

8)      Catat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.

2.    Gerak tropisme (geotropisme negatif)

a.       Buatlah dua pot tanaman kacang merah. Tanamlah 3 biji kacang merah dalam setiap pot berukuran kecil 1-2 minggu sebelum percobaan dimulai. Pembuatan pot tanaman kacang merah sebaiknya di lakukan di tempat terbuka sehingga tanaman yang dihasilkan berdiri tegak.

b.      Beri label untu masing-masing pot A dan B.

c.       Letakkan pot B secara horizontal dan pot A dibiarkan berdiri.

d.      Lakukan pengamatan setiap pagi dan sore selama 1 minggu.

e.       Catat lah hasil pengamatan pada tabel pengamatan.

E.           Hasil Pengamatan

Tabel 1. Hasil Pengamatan Seismonasti

No

Jenis sentuhan pada daun putri malu

Reaksi daun putri malu

keterangan

1

Halus

Pergerakan kuncupnya daun putri malu lambat

5 detik daun putri malu menguncup sempurna

2

Sedang

Daun putri malu menguncup sedang

3 detik daun putri malu menguncup sempurna

3

Kasar

Daun putri malu menguncup dengan cepat

1 detik daun putri malu menguncup sempurna

 

Tabel 2. Hasil Pengamatan Niktinasti

No

Pot putri malu

Reaksi daun putri malu

Mula-mula

½ jam kemudian

1

Disimpan ditempat terang

Daun putri malu terbuka seperti biasanya

Daun putri malu terap terbuka

2

Ditutup dengan penutup yang kedap cahaya

Daun putri malu terbuka seperti biasanya

Daun putri malu menguncup disertai dengan merunduk

 

Tabel 3. Hasil Pengamatan Geotropisme Negatif

Jenis pot

 

Pengamatan hari ke

Keterangan

 

1

2

3

4

5

6

7

A

Kontrol

Panjang (cm)

-

0.5

2

3.5

4

5

8

Tegak menuju cahaya matahari

Warna daun

-

-

-

-

Hijau muda

Hijau muda

Hijau tua

Jumlah daun

-

-

-

-

2

8

8

B

Ditutupi dan dilubangi depan kotak hitam

Panjang (cm)

-

1

2.5

4

6

8

12

Tumbuhan berbelok ke arah datangnya cahaya

Warna daun

-

-

-

-

Hijau muda

Hijau muda

Hijau muda

Jumlah daun

-

-

-

-

2

5

6

C

Ditutup kotak hitam

Panjang (cm)

-

1

2.5

3

6.5

8.5

12.5

Menuju gravitasi bumi  (daun mengarah kebawah menjauhi cahaya matahari

Warna daun

-

-

-

-

Hijau kekuningan

Kuning pucat

Kuning pucat

Jumlah daun

-

-

-

-

6

5

3

 

 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4428412737778416"

     crossorigin="anonymous"></script>

<ins class="adsbygoogle"

     style="display:block; text-align:center;"

     data-ad-layout="in-article"

     data-ad-format="fluid"

     data-ad-client="ca-pub-4428412737778416"

     data-ad-slot="3050650303"></ins>

<script>

     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

</script>

F.           Pertanyaan-pertanyaan

1.      Sebutkan dua jenis tanaman lain yang dapat melakukan niktinasti! Jelaskan alasan Anda memilihnya!

Jawab : contoh tanaman lain dengan gerak niktinasti adalah kacang tanah dan petai alasannya adalah kedua jenis tanaman ini termasuk familia leguminaceae yang daunnya merunduk karena pengaruh gerak hal ini terjadi karena adanya perubahan tekanan turgor pada sel-sel penggerak tumbuhan tersebut.

2.      Apa perbedaan antara niktinasti dengan seismonasti pada percobaan yang telah Anda lakukan? Jelaskan !

Jawab : Seimonasti adalah gerak nasti yang terjadi karena rangsangan sentuhan, gerakan ini terjadi pada daun putri malu. Jika daun putri malu disentuh maka rangsangan akan merambat ke dasar daun dan kemudian daun akan menutup. Gerak niktinasti adalah gerak karena pengaruh gelap. Terjadi pada daun putri malu yang ditutup dengan kotak. Gerak ini disebabkan karena adanya perubahan tekanan turgor pada sel-sel penggerak tumbuhan tersebut.

3.      Pada percobaan geotropisme yang telah Anda lakukan sebanarnya Anda sekaligus membuktikan gerak fototropisme. Mengapa? Jenis fototropisme apakah yang terjadi? Jelaskan!

Jawab : Fototropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan pengaruh rangsangan cahaya. Bagian tumbuhan di atas tanah bersifat fototropisme positif dan akar bersifat fototropisme negatif. Gerak fototropisme merupakan hasil interaksi antara sinar matahari dan hormon. Pada tumbuhan, sel-sel di sisi yang lebih gelap akan memanjang lebih cepat daripada sel-sel di tempat yang lebih terang.

G.          Pembahasan

         Seimonasti adalah gerak nasti yang terjadi karena rangsangan sentuhan, gerakan ini terjadi pada daun putri malu. Jika daun putri malu disentuh maka rangsangan akan merambat ke dasar daun dan kemudian daun akan menutup. Gerak niktinasti adalah gerak karena pengaruh gelap. Terjadi pada daun putri malu yang ditutup dengan kotak. Gerak ini disebabkan karena adanya perubahan tekanan turgor pada sel-sel penggerak tumbuhan tersebut.

              Gerak geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi (gaya tarik) bumi. Apabila arah pertumbuhan ke atas maka termasuk geotropisme negatif. Pada pengamatan pada perlakuan A dan B mengalami gerak geotropisme negatif karena pertumbuhan batang menuju arah datangnya cahaya. Perlakuan A dan B juga mengalami gerak geotropisme positif pada akarnya karena arah pergerakan nya menuju ke bawah ke dalam tanah. Perlakuan C mengalami pergerakan geotropisme positif pada akar dan batangnya.

         Fototropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan pengaruh rangsangan cahaya. Bagian tumbuhan di atas tanah bersifat fototropisme positif dan akar bersifat fototropisme negatif. Gerak fototropisme merupakan hasil interaksi antara sinar matahari dan hormon. Pada tumbuhan, sel-sel di sisi yang lebih gelap akan memanjang lebih cepat daripada sel-sel di tempat yang lebih terang. Pada perlakuan C disamping membuktikan gerak geotropisme juga membuktikan gerak fototropisme karena sel-sel nya tumbuh dengan cepat pada tempat yang gelap.

H.          Kesimpulan

    Kesimpulan yang dapat ditarik dari percobaan adalah:

1.   Seimonasti adalah gerak nasti yang terjadi karena rangsangan sentuhan, gerakan ini terjadi pada daun putri malu. Jika daun putri malu disentuh maka rangsangan akan merambat ke dasar daun dan kemudian daun akan menutup.

2.   Gerak niktinasti adalah gerak karena pengaruh gelap. Terjadi pada daun putri malu yang ditutup dengan kotak.

3.   Gerak geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi (gaya tarik) bumi. Apabila arah pertumbuhan ke atas maka termasuk geotropisme negatif. Apabila arah pertumbuhan menuju pusat bumi disebut geotropisme positif.

I.             Kesulitan yang dialami

Kesulitan yang dialami adalah penentuan gerak dan waktu penguncupan daun putri malu.


DAFTAR PUSTAKA

Eka, Purjiyanti. 2006. IPA. Jakarta : Gelora Aksara Pratama.

           Tim Biologi Umum. 2005. Buku Ajar Biologi Umum. Padang: UNP Press.

Zein, Anizam. 2015. Fisiologi Tumbuhan. Padang : UNP Press.\


No comments:

Post a Comment

ASESMEN SUMATIF TENGAH SEMESTER BIOLOGI

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT DINAS PENDIDIKAN SMAN 1 KECAMATAN SULIKI SOAL ASESMEN SUMATIF TENGAH    SEMESTER GANJIL TAHUN ...