<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4428412737778416"
crossorigin="anonymous"></script>
LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM
GERAK PADA TUMBUHAN
A.
Tujuan Percobaan
1. Mengamati
gerak seismonasti
2. Mengamati
gerak niktinasti
3. Mengamati
gerak geotropisme negatif pada tumbuhan
B.
Alat Dan Bahan
Seimonasti
dan niktinasti
1.
Tanaman putri malu dalam pot 1 buah
2.
Kotak dari karton warna hitam atau
kardus dilapisi kertas hitam 1 buah
3.
Stopwatch atau jam tangan 1 buah
4.
Alat alat tulis dan penggaris
Geotropisme
1.
Pohon berukuran kecil 2 buah
2.
Tanah yang subur secukupnya
3.
Biji kacang merah secukupnya
4.
Air secukupnya
C.
Landasan Teori
Semua
makhluk hidup mampu tanggap terhadap perubahan tertentu (stimuli) disekitarnya.
Perubahan terhadap alam sekitar seperti cahaya, panas, gravitasi, bunyi, kontak
mekanik, dan bahan-bahan kimia disekelilingnya merupakan stimuli umum dimana
organisme harus bersifat tanggap. Agar tanggap terhadap stimuli ini organisme
harus memiliki cara untuk mendeteksinya (Tim biologi umum, 2005: 17).
Tumbuhan
juga bergerak meskipun sangat terbatas pada bagian tubuh tertentu, berbeda
dengan makhluk hidup lain yang dapat berpindah-pindah tempat. Tumbuhan tidak
memiliki alat gerak dan sistem saraf yang spesifik sehingga tumbuhan melakukan
gerakan sebatas menanggapi rangsangan dari lingkungan sekitar. Rangsangan
tersebut berupa sentuhan, cahaya, suhu, air, kelembaban, dll. Berdasarkan
sumber rangsangan gerakan pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 macam yaitu etionom
dan endonom (Eka, 2006: 4).
Gerak
etionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar.
Rangsangan dapar berupa cahaya, zat kimia, medan listrik, gravitasi bumu, dan
air. Berdasarkan hubungan antara arah respon gerakan dengan asal rangsangan,
gerak etionom dibedakan menjadi 3 yaitu tropisme, taksis, dan nasti. Gerak
tropisme adalah gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah
datangmya rangsangan. Tropisme positif adalah gerak yang menghampiri atau
mendekati rangsangan dan tropisme negatif adalah gerak yang arahnya menjauhi
rangsangan. Tropisme dibedakan menjadi beberapa macam yaitu geotropisme,
fototropisme, tigmotropisme, kemotropisme, dan hidrotropisme. Gerak taksis
adalah gerakan seluruh tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh datangnya rangsangan
dibedakan menjadi 3 yaitu fototaksis, kemotaksis, dan galvanotaksis. Gerak
nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi sama
sekali oleh datangnya rangsangan. Gerak nasti seperti tigmonasti, fotonasti,
niktinasti, termonasti, dan nasti kompleks (Zein, 2015: 5).
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4428412737778416"
crossorigin="anonymous"></script>
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block; text-align:center;"
data-ad-layout="in-article"
data-ad-format="fluid"
data-ad-client="ca-pub-4428412737778416"
data-ad-slot="3050650303"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
D.
Prosedur Percobaan
1.
Seismonasti dan niktinasti
a. Seismonasti
1)
Sediakan alat dan bahan yang diperlukan.
2)
Pot putri malu sebaiknya disiapkan
beberapa hari sebelumnya, sehingga ketika akan dilakukan percobaan pot tersebut
dalam keadaan segar. Carilah tanaman putri malu ukuran sedang selanjutnya ambil
tanaman dengan menyendoknya dengan sekop dan alat lain lalu pindahkan ke dalam
pot tanpa mengganggu nya.
3)
Letakkan pot putri malu di atas meja,
lakukan sentuhan halus hingga kasar terhadap daun tersebut menggunakan
penggaris.
4)
Catat hasil pengamatan pada lembar
kerja.
b. Niktinasti
1)
Sediakan dua pot putri malu.
2)
Berilah tanda A pada pot pertama dan
tanda 2 pada pot kedua.
3)
Letakkan pot A di tempat terang dan
terbuka.
4)
Simpanlah pot B diatas meja dan tutuplah
menggunakan dengan kardus yang kedap cahaya.
5)
Biarkan pot B tertutup selama ½ jam
6)
Setelah itu buka kembali dengan
hati-hati.
7)
Amati yang terjadi dengan putri malu
tersebut dan bandingkan dengan putri malu A.
8)
Catat hasil pengamatan pada tabel
pengamatan.
2.
Gerak tropisme (geotropisme negatif)
a.
Buatlah dua pot tanaman kacang merah.
Tanamlah 3 biji kacang merah dalam setiap pot berukuran kecil 1-2 minggu
sebelum percobaan dimulai. Pembuatan pot tanaman kacang merah sebaiknya di
lakukan di tempat terbuka sehingga tanaman yang dihasilkan berdiri tegak.
b.
Beri label untu masing-masing pot A dan
B.
c.
Letakkan pot B secara horizontal dan pot
A dibiarkan berdiri.
d.
Lakukan pengamatan setiap pagi dan sore
selama 1 minggu.
e.
Catat lah hasil pengamatan pada tabel
pengamatan.
E.
Hasil
Pengamatan
Tabel 1.
Hasil Pengamatan Seismonasti
|
No |
Jenis
sentuhan pada daun putri malu |
Reaksi
daun putri malu |
keterangan |
|
1 |
Halus |
Pergerakan kuncupnya daun putri malu lambat |
5 detik daun putri malu menguncup sempurna |
|
2 |
Sedang |
Daun putri malu menguncup sedang |
3 detik daun putri malu menguncup sempurna |
|
3 |
Kasar |
Daun putri malu menguncup dengan cepat |
1 detik daun putri malu menguncup sempurna |
Tabel 2.
Hasil Pengamatan Niktinasti
|
No |
Pot
putri malu |
Reaksi
daun putri malu |
|
|
Mula-mula |
½
jam kemudian |
||
|
1 |
Disimpan ditempat terang |
Daun putri malu terbuka seperti biasanya |
Daun putri malu terap terbuka |
|
2 |
Ditutup dengan penutup yang kedap cahaya |
Daun putri malu terbuka seperti biasanya |
Daun putri malu menguncup disertai dengan merunduk |
Tabel 3.
Hasil Pengamatan Geotropisme Negatif
|
Jenis pot |
|
Pengamatan
hari ke |
Keterangan |
||||||
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
||
|
A Kontrol |
Panjang (cm) |
- |
0.5 |
2 |
3.5 |
4 |
5 |
8 |
Tegak menuju cahaya matahari |
|
Warna daun |
- |
- |
- |
- |
Hijau muda |
Hijau muda |
Hijau tua |
||
|
Jumlah daun |
- |
- |
- |
- |
2 |
8 |
8 |
||
|
B Ditutupi dan
dilubangi depan kotak hitam |
Panjang (cm) |
- |
1 |
2.5 |
4 |
6 |
8 |
12 |
Tumbuhan
berbelok ke arah datangnya cahaya |
|
Warna daun |
- |
- |
- |
- |
Hijau muda |
Hijau muda |
Hijau muda |
||
|
Jumlah daun |
- |
- |
- |
- |
2 |
5 |
6 |
||
|
C Ditutup kotak hitam |
Panjang (cm) |
- |
1 |
2.5 |
3 |
6.5 |
8.5 |
12.5 |
Menuju gravitasi bumi (daun mengarah kebawah menjauhi cahaya
matahari |
|
Warna daun |
- |
- |
- |
- |
Hijau kekuningan |
Kuning pucat |
Kuning pucat |
||
|
Jumlah daun |
- |
- |
- |
- |
6 |
5 |
3 |
||
crossorigin="anonymous"></script>
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block; text-align:center;"
data-ad-layout="in-article"
data-ad-format="fluid"
data-ad-client="ca-pub-4428412737778416"
data-ad-slot="3050650303"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
F.
Pertanyaan-pertanyaan
1.
Sebutkan dua jenis tanaman lain yang
dapat melakukan niktinasti! Jelaskan alasan Anda memilihnya!
Jawab : contoh tanaman lain dengan
gerak niktinasti adalah kacang tanah dan petai alasannya adalah kedua jenis
tanaman ini termasuk familia leguminaceae yang daunnya merunduk karena pengaruh
gerak hal ini terjadi karena adanya perubahan tekanan turgor pada sel-sel
penggerak tumbuhan tersebut.
2.
Apa perbedaan antara niktinasti dengan
seismonasti pada percobaan yang telah Anda lakukan? Jelaskan !
Jawab : Seimonasti adalah gerak
nasti yang terjadi karena rangsangan sentuhan, gerakan ini terjadi pada daun
putri malu. Jika daun putri malu disentuh maka rangsangan akan merambat ke
dasar daun dan kemudian daun akan menutup. Gerak niktinasti adalah gerak karena
pengaruh gelap. Terjadi pada daun putri malu yang ditutup dengan kotak. Gerak
ini disebabkan karena adanya perubahan tekanan turgor pada sel-sel penggerak
tumbuhan tersebut.
3.
Pada percobaan geotropisme yang telah
Anda lakukan sebanarnya Anda sekaligus membuktikan gerak fototropisme. Mengapa?
Jenis fototropisme apakah yang terjadi? Jelaskan!
Jawab : Fototropisme adalah gerak
tropisme yang disebabkan pengaruh rangsangan cahaya. Bagian tumbuhan di atas
tanah bersifat fototropisme positif dan akar bersifat fototropisme negatif.
Gerak fototropisme merupakan hasil interaksi antara sinar matahari dan hormon.
Pada tumbuhan, sel-sel di sisi yang lebih gelap akan memanjang lebih cepat
daripada sel-sel di tempat yang lebih terang.
G.
Pembahasan
Seimonasti
adalah gerak nasti yang terjadi karena rangsangan sentuhan, gerakan ini terjadi
pada daun putri malu. Jika daun putri malu disentuh maka rangsangan akan
merambat ke dasar daun dan kemudian daun akan menutup. Gerak niktinasti adalah
gerak karena pengaruh gelap. Terjadi pada daun putri malu yang ditutup dengan kotak.
Gerak ini disebabkan karena adanya perubahan tekanan turgor pada sel-sel
penggerak tumbuhan tersebut.
Gerak geotropisme adalah gerak bagian
tumbuhan karena pengaruh gravitasi (gaya tarik) bumi. Apabila arah pertumbuhan
ke atas maka termasuk geotropisme negatif. Pada pengamatan pada perlakuan A dan
B mengalami gerak geotropisme negatif karena pertumbuhan batang menuju arah
datangnya cahaya. Perlakuan A dan B juga mengalami gerak geotropisme positif
pada akarnya karena arah pergerakan nya menuju ke bawah ke dalam tanah.
Perlakuan C mengalami pergerakan geotropisme positif pada akar dan batangnya.
Fototropisme adalah
gerak tropisme yang disebabkan pengaruh rangsangan cahaya. Bagian tumbuhan di
atas tanah bersifat fototropisme positif dan akar bersifat fototropisme
negatif. Gerak fototropisme merupakan hasil interaksi antara sinar matahari dan
hormon. Pada tumbuhan, sel-sel di sisi yang lebih gelap akan memanjang lebih
cepat daripada sel-sel di tempat yang lebih terang. Pada perlakuan C disamping
membuktikan gerak geotropisme juga membuktikan gerak fototropisme karena
sel-sel nya tumbuh dengan cepat pada tempat yang gelap.
H.
Kesimpulan
Kesimpulan
yang dapat ditarik dari percobaan adalah:
1.
Seimonasti adalah gerak nasti yang
terjadi karena rangsangan sentuhan, gerakan ini terjadi pada daun putri malu.
Jika daun putri malu disentuh maka rangsangan akan merambat ke dasar daun dan
kemudian daun akan menutup.
2.
Gerak niktinasti adalah gerak karena
pengaruh gelap. Terjadi pada daun putri malu yang ditutup dengan kotak.
3.
Gerak geotropisme adalah gerak bagian
tumbuhan karena pengaruh gravitasi (gaya tarik) bumi. Apabila arah pertumbuhan
ke atas maka termasuk geotropisme negatif. Apabila arah pertumbuhan menuju
pusat bumi disebut geotropisme positif.
I.
Kesulitan yang dialami
Kesulitan yang dialami adalah penentuan gerak dan waktu penguncupan
daun putri malu.
DAFTAR PUSTAKA
Eka,
Purjiyanti. 2006. IPA. Jakarta :
Gelora Aksara Pratama.
Tim Biologi Umum. 2005. Buku Ajar Biologi Umum. Padang: UNP Press.
Zein,
Anizam. 2015. Fisiologi Tumbuhan.
Padang : UNP Press.\
No comments:
Post a Comment