<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4428412737778416"
crossorigin="anonymous"></script>
LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM
PENCEMARAN
LINGKUNGAN (PENGARUH DETERGEN PADA PERKECAMBAHAN KACANG MERAH)
A.
Tujuan Praktikum
Mengamati
pengaruh detergen terhadap pertumbuhan kacang merah.
B.
Alat Dan Bahan
1. Kacang merah
2. Secukupnya
3. Sendok teh 1 buah
4. Gelas kimia 600 ml 12 buah
5. Kertas tissue secukupnya
6. Kertas timah secukupnya
7. Mistar dengan skala mm 1
buah
8. Kertas untuk label
secukupnya
9. Gelas kimia 1000 ml 1 buah
10. Air ledeng secukupnya
11. Deterjen bubuk 1 gram.
C.
Landasan Teori
Ekologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari
hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Makhluk hidup
dalam kasus pertanian adalah tanaman, sedangkan lingkungannya dapat berupa air,
tanah, unsur hara, dan lain-lain. Kata ekologi sendiri berasal dari dua kata
dalam bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos artinya rumah atau tempat
tinggal, sedangkan logos artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi semula ekologi
artinya “ilmu yang mempelajari organisme di tempat tinggalnya”. Umumnya yang
dimaksud dengan ekologi adalah “ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik
antara organisme atau kelompok organisme dengan lingkungannya”. Saat ini ekologi
lebih dikenal sebagai ”ilmu yang l mempelajari struktur
dan fungsi dari alam”. Bahkan ekologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari
rumah tangga makhluk hidup (Utomo, 2019: 1.3).
Jika melihat ekosistem berdasarkan komponen penyusunnya,
maka dapat dibedakan menjadi empat komponen yaitu 1) komponen abiotik, yaitu
komponen fisik dan kimia yang terdiri atas tanah, air, udara, sinar matahari,
dan sebagainya dan merupakan medium atau substrak tempat berlangsungnya
kehidupan, 2). Produsen yaitu organisme autotrof misalnya umumnya terdiri dari
tumbuhan berklorofil, yang dapat mensintesis makanan dari bahan-bahan anorganik
yang sederhana 3). Konsumen yaitu organisme heterotrof, misalnya hewan dan
manusia untuk hidupnya memakan organisme lain. 4). Pengurai, perombak yaitu
organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati
(bahan orgnik kompleks) menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepas
bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen, bakteri
dan jamur termasuk dalam kelompok ini (Ramlawati, 2017: 7).
Lingkuangan biotik dalam suatu ekosistem dapat berupa
tumbuhan dan hewan. Lingkungan abiotik adalah benda-benda mati dan faktor
fisika yang ada disekeliling hewan. Secara keseluruhan lingkungan abiotik itu
dapat berupa tanah, air, bahan organik mati, gas, suhu, kelembaban, tekanan
udara, angin, arus air, dan gravitasi (Tim biologi umum, 2005: 128).
D.
Prosedur Percobaan
1) sediakan larutan
deterjen 100%, 50%, 25%, 12.50%, 6,25%,
3,10% serta control yang berupa air ledeng/pdam. Lalu simpan cairan
dengan gelas kimia yang telah diberi label sebagai berikut.
Label i = 100%
Label ii = 50%
Label iii = 25%
Label iv = 12.50%
Label v = 6.25%
Label vi = 3.10%
Label control = air ledeng/pdam
2) cara
menyediakan larutan
Larutan 1 gram
deterjen serbuk ke dalam air ledeng hingga 1000 ml. Kemudian diberi label 100%.
Ambil 500 ml
larutan deterjen 100%, lalu tambahkan air ledeng hingga 1000 ml. Kemudian beri
label 50%.
Ambil 500 ml
larutan deterjen 50%, lalu tambahkan air
ledeng hingga 1000 ml. Kemiudian beri label 25%.
Ambil 500 ml
larutan deterjen 25%, lalu tambahkan air
ledeng hingga 1000 ml. Kemiudian beri label 12.50%.
Ambil 500 ml
larutan deterjen 12.5%, lalu tambahkan
air ledeng hingga 1000 ml. Kemiudian beri label 6.25%.
Ambil 500 ml
larutan deterjen 6.25%, lalu tambahkan
air ledeng hingga 1000 ml. Kemiudian beri label 3.10%.
3) sediakan enam
gelas kimia lain, beri label control i, ii, iii, iv, v, dan vi. Masing-masing
diberi lingkaran kertas tissue.
4) masukkan
kacang merah ke dalam air pada gelas kimia. Buanglah kacang mengapung, kacang
yang diguanakan adalah kacang hijau yang tenggelam.
5) dari kacang
merah terpilih, rendam dalam masing-masing larutan sebanyak 10 butir tiap
larutan.
6) aturlah
kacang merah dalam gelas kimia dengan label yang sesuai, atur yang baik agar hilum
mengarah ke bawah.
7) isilah gelas
kimia yang telah diisi kacang merah tersebut dengan larutan yang berlabel sama,
kira-kira 100 ml.
8) tutup gelas
kimia tadi dengan kertas timah sehingga tidak ada cahaya yang dapat masuk.
9) lakukan
pengamatan setelah 24 jam dan 48 jam. Pada setiap pengamatan, ukurlah panjang
akar dengan mistar dari luar gelas piala. Kacang merah yang tidak tumbuh
akarnya dianggap memiliki panjang akar = 0 mm. Jika pada pengamatan dua hari
(48 jam) tidak tumbuh akarnya (0 mm), dianggap kacang merah mati.
10) catat hasil
pengamatan pada lembar kerja dan buat grafik rata-rata pertumbuhan kecambah per
konsentrasi setelah 24 jam dan 48 jam dengan menggunakan warna yang berbeda.
E.
Hasil
Pengamatan
Tabel 1. Hasil Pengamatan

Tabel 2. Hasil Pengamatan

F.
Pertanyaan-pertanyaan
1.
Apa fungsi larutan kontrol?
Jawab : sebagai
pembanding dengan kegiatan dengan perlakuan tertentu.
2.
Apa kesimpulan anda jika pada larutan
kontrol ada kacang hijau yang mati?
Jawab : Adaanya
faktor lain yang mempengaruhi misalnya kacang tersebut memang tidak mampu
menyesuaikan diri terhadap kondisi tertentu.
3.
Mengapa pertumbuhan kacang hijau didalam
kelas piala harus ditutup dengan kertas timah?
Jawab : karena pertumbuhan
tumbuhan lebih cepat pada tempat yang gelap.
G.
Pembahasan
Pertumbuhan kecambah
dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor
dari dalam tubuh makhluk hidup yaitu gen dan hormon. Gen diturunkan dari
induknya kepada anakan. Jika induk memiliki gen yang mampu bertahan pada tempat
yang ekstream maka anakan nya juga akan mampu bertahan terhadap lingkungan.
Faktor internal lainnya adalah hormon. Pada tumbuhan terdapat berbagai macam
hormon yang sangat diperlukan dalam selama proses pertumbuhan.
Faktor
eksternal adalah faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan. Lingkungan
sangat mempengaruhi pola pertumbuhan. Pada pengamatan ini diamati pengaruh
detergen pada perkecambahan kacang merah. Konsentrasi larutan di buat berbeda-beda.
Dari hasil pengamatan pertumbuhan
paling cepat adalah pada tanaman kontrol. Detergen mempengaruhi pertumbuhan
kecambah. Semakin tinggi konsentrasi larutan detergen semakin sulit kecambah
kacang merah untuk tumbuh. Pada konsentrasi detergen 100% masih ada tanaman
kecambah yang tumbuh. Hal ini menunjukkan bahwa kecambah tersebut memiliki
batas toleransi yang tinggi terhadap pencemaran lingkungan. Pada konsentrasi
deterjen yang paling rendah yaitu 3,1% ada kecambah yang tidak hidup hal ini
menunukkan kecambah memberikan toleransi yang rendah terhadap pencemaran
lingkungan.
H.
Kesimpulan
Faktor
internal dan eksternal sangat mempengaruhi perkecambahan kacang merah. Faktor
internal yaitu gen dan hormon. Pengamatan yang dilakukan adalah mengamati pengaruh
detergen. Dari hasil pengamatam diperoleh bahwa terdapat pengaruh detergen
terhadap pertumbuhan kecambah kacang merah. Namun tumbuhan memiliki batas
toleransi yang berbeda-beda.
I.
Kesulitan yang dialami
Kesulitan yang dialami
adalah saat membuat larutan detergen dengan konsentrasi tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
Ramlati, dkk. 2017. Ekologi. Jakarta: Kemendikbud.
Tim Biologi Umum. 2005.
Buku Ajar Biologi Umum. Padang: UNP
Press.
Utomo, Suyud Warno,
dkk. 2019. Ekologi. Tangerang
Selatan: Universitas Terbuka.
No comments:
Post a Comment