Saturday, October 1, 2022

Laporan Praktikum Pencemaran Lingkungan

 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4428412737778416"

     crossorigin="anonymous"></script>

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM

PENCEMARAN LINGKUNGAN (PENGARUH DETERGEN PADA PERKECAMBAHAN KACANG MERAH)

A.          Tujuan Praktikum

Mengamati pengaruh detergen terhadap pertumbuhan kacang merah.

B.           Alat Dan Bahan

1.      Kacang merah

2.      Secukupnya

3.      Sendok teh 1 buah

4.      Gelas kimia 600 ml 12 buah

5.      Kertas tissue secukupnya

6.      Kertas timah secukupnya

7.      Mistar dengan skala mm 1 buah

8.      Kertas untuk label secukupnya

9.      Gelas kimia 1000 ml 1 buah

10.  Air ledeng secukupnya

11.  Deterjen bubuk 1 gram.

C.          Landasan Teori

         Ekologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Makhluk hidup dalam kasus pertanian adalah tanaman, sedangkan lingkungannya dapat berupa air, tanah, unsur hara, dan lain-lain. Kata ekologi sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos artinya rumah atau tempat tinggal, sedangkan logos artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi semula ekologi artinya “ilmu yang mempelajari organisme di tempat tinggalnya”. Umumnya yang dimaksud dengan ekologi adalah “ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme atau kelompok organisme dengan lingkungannya”. Saat ini ekologi lebih dikenal sebagai ”ilmu yang l mempelajari struktur dan fungsi dari alam”. Bahkan ekologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari rumah tangga makhluk hidup (Utomo, 2019: 1.3).

         Jika melihat ekosistem berdasarkan komponen penyusunnya, maka dapat dibedakan menjadi empat komponen yaitu 1) komponen abiotik, yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri atas tanah, air, udara, sinar matahari, dan sebagainya dan merupakan medium atau substrak tempat berlangsungnya kehidupan, 2). Produsen yaitu organisme autotrof misalnya umumnya terdiri dari tumbuhan berklorofil, yang dapat mensintesis makanan dari bahan-bahan anorganik yang sederhana 3). Konsumen yaitu organisme heterotrof, misalnya hewan dan manusia untuk hidupnya memakan organisme lain. 4). Pengurai, perombak yaitu organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan orgnik kompleks) menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepas bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen, bakteri dan jamur termasuk dalam kelompok ini (Ramlawati, 2017: 7).

         Lingkuangan biotik dalam suatu ekosistem dapat berupa tumbuhan dan hewan. Lingkungan abiotik adalah benda-benda mati dan faktor fisika yang ada disekeliling hewan. Secara keseluruhan lingkungan abiotik itu dapat berupa tanah, air, bahan organik mati, gas, suhu, kelembaban, tekanan udara, angin, arus air, dan gravitasi (Tim biologi umum, 2005: 128).

D.          Prosedur Percobaan

1) sediakan larutan deterjen 100%, 50%, 25%, 12.50%, 6,25%, 3,10% serta control yang berupa air ledeng/pdam. Lalu simpan cairan dengan gelas kimia yang telah diberi label sebagai berikut.

Label i               = 100%

Label ii              = 50%

Label iii             = 25%

Label iv             = 12.50%

Label v              = 6.25%

Label vi             = 3.10%

Label control    = air ledeng/pdam

2) cara menyediakan larutan

Larutan 1 gram deterjen serbuk ke dalam air ledeng hingga 1000 ml. Kemudian diberi label 100%.

Ambil 500 ml larutan deterjen 100%, lalu tambahkan air ledeng hingga 1000 ml. Kemudian beri label 50%.

Ambil 500 ml larutan deterjen 50%,  lalu tambahkan air ledeng hingga 1000 ml. Kemiudian beri label 25%.

Ambil 500 ml larutan deterjen 25%,  lalu tambahkan air ledeng hingga 1000 ml. Kemiudian beri label 12.50%.

Ambil 500 ml larutan deterjen 12.5%,  lalu tambahkan air ledeng hingga 1000 ml. Kemiudian beri label 6.25%.

Ambil 500 ml larutan deterjen 6.25%,  lalu tambahkan air ledeng hingga 1000 ml. Kemiudian beri label 3.10%.

3) sediakan enam gelas kimia lain, beri label control i, ii, iii, iv, v, dan vi. Masing-masing diberi lingkaran kertas tissue.

4) masukkan kacang merah ke dalam air pada gelas kimia. Buanglah kacang mengapung, kacang yang diguanakan adalah kacang hijau yang tenggelam.

5) dari kacang merah terpilih, rendam dalam masing-masing larutan sebanyak 10 butir tiap larutan.

6) aturlah kacang merah dalam gelas kimia dengan label yang sesuai, atur yang baik agar hilum mengarah ke bawah.

7) isilah gelas kimia yang telah diisi kacang merah tersebut dengan larutan yang berlabel sama, kira-kira 100 ml.

8) tutup gelas kimia tadi dengan kertas timah sehingga tidak ada cahaya yang dapat masuk.

9) lakukan pengamatan setelah 24 jam dan 48 jam. Pada setiap pengamatan, ukurlah panjang akar dengan mistar dari luar gelas piala. Kacang merah yang tidak tumbuh akarnya dianggap memiliki panjang akar = 0 mm. Jika pada pengamatan dua hari (48 jam) tidak tumbuh akarnya (0 mm), dianggap kacang merah mati.

10) catat hasil pengamatan pada lembar kerja dan buat grafik rata-rata pertumbuhan kecambah per konsentrasi setelah 24 jam dan 48 jam dengan menggunakan warna yang berbeda.

E.           Hasil Pengamatan

Tabel 1.  Hasil Pengamatan

Tabel 2.  Hasil Pengamatan

F.           Pertanyaan-pertanyaan

1.      Apa fungsi larutan kontrol?

Jawab : sebagai pembanding dengan kegiatan dengan perlakuan tertentu.

2.      Apa kesimpulan anda jika pada larutan kontrol ada kacang hijau yang mati?

Jawab : Adaanya faktor lain yang mempengaruhi misalnya kacang tersebut memang tidak mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi tertentu.

3.      Mengapa pertumbuhan kacang hijau didalam kelas piala harus ditutup dengan kertas timah?

Jawab : karena pertumbuhan tumbuhan lebih cepat pada tempat yang gelap.

 

G.          Pembahasan

         Pertumbuhan kecambah dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor dari dalam tubuh makhluk hidup yaitu gen dan hormon. Gen diturunkan dari induknya kepada anakan. Jika induk memiliki gen yang mampu bertahan pada tempat yang ekstream maka anakan nya juga akan mampu bertahan terhadap lingkungan. Faktor internal lainnya adalah hormon. Pada tumbuhan terdapat berbagai macam hormon yang sangat diperlukan dalam selama proses pertumbuhan.

         Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan. Lingkungan sangat mempengaruhi pola pertumbuhan. Pada pengamatan ini diamati pengaruh detergen pada perkecambahan kacang merah. Konsentrasi larutan di buat berbeda-beda. Dari hasil pengamatan      pertumbuhan paling cepat adalah pada tanaman kontrol. Detergen mempengaruhi pertumbuhan kecambah. Semakin tinggi konsentrasi larutan detergen semakin sulit kecambah kacang merah untuk tumbuh. Pada konsentrasi detergen 100% masih ada tanaman kecambah yang tumbuh. Hal ini menunjukkan bahwa kecambah tersebut memiliki batas toleransi yang tinggi terhadap pencemaran lingkungan. Pada konsentrasi deterjen yang paling rendah yaitu 3,1% ada kecambah yang tidak hidup hal ini menunukkan kecambah memberikan toleransi yang rendah terhadap pencemaran lingkungan.

H.          Kesimpulan

         Faktor internal dan eksternal sangat mempengaruhi perkecambahan kacang merah. Faktor internal yaitu gen dan hormon. Pengamatan yang dilakukan adalah mengamati pengaruh detergen. Dari hasil pengamatam diperoleh bahwa terdapat pengaruh detergen terhadap pertumbuhan kecambah kacang merah. Namun tumbuhan memiliki batas toleransi yang berbeda-beda.

I.             Kesulitan yang dialami

         Kesulitan yang dialami adalah saat membuat larutan detergen dengan konsentrasi tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

Ramlati, dkk. 2017. Ekologi. Jakarta: Kemendikbud.

Tim Biologi Umum. 2005. Buku Ajar Biologi Umum. Padang: UNP Press.

Utomo, Suyud Warno, dkk. 2019. Ekologi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

 

No comments:

Post a Comment

ASESMEN SUMATIF TENGAH SEMESTER BIOLOGI

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT DINAS PENDIDIKAN SMAN 1 KECAMATAN SULIKI SOAL ASESMEN SUMATIF TENGAH    SEMESTER GANJIL TAHUN ...