Saturday, October 1, 2022

Laporan Praktikum Ekosistem Darat

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM

EKOSISTEM DARAT

A.          Tujuan Praktikum

Membandingkan komponen-komponen yang terdapat pada ekosistem darat alami dan buatan.

B.           Alat Dan Bahan

1.      Seperangkat alat tulis

2.      Lup/kaca pembesar

3.      Barometer

4.      Lingkungan sekitar.

C.          Landasan Teori

         Ekologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Makhluk hidup dalam kasus pertanian adalah tanaman, sedangkan lingkungannya dapat berupa air, tanah, unsur hara, dan lain-lain. Kata ekologi sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos artinya rumah atau tempat tinggal, sedangkan logos artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi semula ekologi artinya “ilmu yang mempelajari organisme di tempat tinggalnya”. Umumnya yang dimaksud dengan ekologi adalah “ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme atau kelompok organisme dengan lingkungannya”. Saat ini ekologi lebih dikenal sebagai ”ilmu yang l mempelajari struktur dan fungsi dari alam”. Bahkan ekologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari rumah tangga makhluk hidup (Utomo, 2019: 1.3).

         Jika melihat ekosistem berdasarkan komponen penyusunnya, maka dapat dibedakan menjadi empat komponen yaitu 1) komponen abiotik, yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri atas tanah, air, udara, sinar matahari, dan sebagainya dan merupakan medium atau substrak tempat berlangsungnya kehidupan, 2). Produsen yaitu organisme autotrof misalnya umumnya terdiri dari tumbuhan berklorofil, yang dapat mensintesis makanan dari bahan-bahan anorganik yang sederhana 3). Konsumen yaitu organisme heterotrof, misalnya hewan dan manusia untuk hidupnya memakan organisme lain. 4). Pengurai, perombak yaitu organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan orgnik kompleks) menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepas bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen, bakteri dan jamur termasuk dalam kelompok ini (Ramlawati, 2017: 7).

         Lingkuangan biotik dalam suatu ekosistem dapat berupa tumbuhan dan hewan. Lingkungan abiotik adalah benda-benda mati dan faktor fisika yang ada disekeliling hewan. Secara keseluruhan lingkungan abiotik itu dapat berupa tanah, air, bahan organik mati, gas, suhu, kelembaban, tekanan udara, angin, arus air, dan gravitasi (Tim biologi umum, 2005: 128).

D.          Prosedur Percobaan

1.    Tentukan ekosistem darat alami di sekitar tempat tinggal atau sekolah tempat Anda mengajar yang akan kita amati komponen-komponennya.

2.    Setelah Anda temukan tempatnya, kemudian amati komponen-komponen abiotiknya meliputi suhu udara, pencahayaan, angin, jenis/warna tanah.

3.    Untuk mengetahui suhu udara gunakan barometer, sementara untuk mengetahui keadaan pencahayaan, angin, atau tanah anda dapat memperkirakannya saja.

4.    Catat semua data pada Tabel 2.1 dalam lembar kerja di belakang modul ini.

5.    Setelah mengamati komponen abiotik anda perhatikan komponen biotiknya. Catat semua makhluk hidup yang ada di ekosistem tersebut.

6.    Mulailah mencatat jenis tumbuhan sebagai produsen yang ada. Jika dapat lengkapi dengan nama latinnya.

7.    Catat semua jenis hewan sebagai konsumen yang Anda temui di ekosistem tersebut, baik yang tetap maupun yang hanya singgah (hewan terbang).

8.    Amati lebih teliti hewan-hewan kecil yang mungkin terdapat di dalam tanah/dekat permukaan., atau pada sela-sela daun/batang, gunakan kaca pembesar jika perlu.

9.    Semua data dicatat pada tabel 2.2 dalam lembar kerja di belakang modul ini.

10.  Sebagai pembanding, tentukan suatu ekosistem darat buatan yang ada di sekitar tempat tinggal atau sekolah tempat mengajar Anda.

11.  Lakukan semua kegiatan dari nomor 2 sampai dengan nomor 8 seperti di atas. Kemudian semua data di catat pada tabel 2.3 dan tabel 2.4 dalam lembar kerja di belakang modul.

12.  Buat kesimpulan umum tentang perbedaan pada kedua tipe ekosistem tersebut.

 

E.           Hasil Pengamatan

Tabel 1.  Komponen Biotik Ekosistem Darat Alami

No

Komponen Abiotik

Kondisi/keadaan

1

Angin

Semilir

2

Tanah

Hitam/subur

3

Air

Cukup

4

Cahaya

Sangat cukup

5

Suhu

-

 

Tabel 2.  Komponen Biotik Ekosistem Darat Alami

No

Jenis Tumbuhan

Jenis Hewan

Pengurai

1

Pohon coklat

Semut

Jamur

2

Anggrek hutan

Belalang

Cacing tanah

3

Talas rambat

Nyamuk

Kaki seribu

4

Rumput teki

Kadal

 

5

Bondatan

Tupai

 

 

Tabel 3.  Komponen Abiotik Ekosistem Darat Alami

No

Komponen Abiotik

Kondisi/keadaan

1

Angin

Semilir

2

Tanah

Hitam/subur

3

Air

Cukup

4

Cahaya

Sangat cukup

5

Suhu

-

 

Tabel 4.  Komponen Biotik Ekosistem Darat Buatan

No

Jenis Tumbuhan

Jenis Hewan

Pengurai

1

Bonsai

Ulat

Jamur kayu

2

Eucaliptus

Kupu-kupu

Kecoa

3

Mawar

Burung

Cacing tanah

4

Kelapa hias

Kumbang

 

5

Bunga titonia

Capung

 

 

F.           Pertanyaan-pertanyaan

Menurut pendapat Anda ekosistem manakah yang mempunyai jenis komponen biotik lebih banyak? Mengapa demikin? Jelaskan dengan singkat?

Jawab:

Menurut saya ekosistem yang mempunyai jenis komponen biotik yang lebih banyak adalah ekosistem darat alami. Ekosistem darat alami adalah ekosistem yang terbentuk secara spontan tanpa campur tangan manusia. Di dalam ekositem tersebut di disusun oleh komponen biotik dan abiotik secara seimbang. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibuat oleh manusia untuk tujuan tertentu. Dalam pengamatan yang dilakukan pada ekosistem kebun. Kebun selalu di jaga oleh manusia, misalnya apabila terdapat ulat dan gulma pada tanaman maka akan dibasmi atau disemprot dengan pestisida. Sehingga selalu ada kontrol dari manusia pada ekosistem buatan. Hal ini sangat berbeda dengan ekosistem alami yang dibiarkan begitu saja sehingga organisme biotik dan komponen abiotik pun ada dengan apa adanya.

G.          Pembahasan

         Di dalam ekosistem terjadi hubungan atau interaksi antara komponen biotik dan abiotik. Komponen abiotik adalah benda mati penyusun ekosistem. Ekosistem yang diamati dalam praktikum ini adalah ekosistem darat alami dan darat buatan. Komponen abiotik yang terdapat di ekosistem darat alami dan buatan adalah angin, tanah, air, cahaya, dan suhu. Komponen abiotik sangat diperlukan dalam ekosistem. Komponen abiotik tersebut harus berada dalam keadaan setimbang agar komponen biotiknya tidak terganggu. Antara satu ekosistem dengan ekosistem lainnya disusun oleh komponen abiotik yang berbeda-beda. Pada ekosistem darat air adalah faktor pembatas utama karena organisme darat terus-menerus menghadapi perbedaan dehidrasi. Medium untuk hidup di darat adalah udara, oleh karena itu perubahan suhu sangat besar dibandingkan dengan ekosistem perairan. Pada ekosistem darat ini terdapat penghalang geografi sehingga komponen biotik tidak dapat bergerak secara bebas.

         Komponen biotik adalah makhluk hidup yang menyusun suatu ekosistem. Komponen biotik terdiri dari produsen, konsumen, dan pengurai. Produsen adalah makhluk hidup yang dapat mensintesis makanan sendiri. Tumbuhan hijau sebagai produsen pada ekosistem darat alami adalah pohon coklat, anggrek hutan, talas rambat, rumput teki, dan bandotan. Produsen pada ekosistem darat buatan adalah bosai, eucaliptus, mawar, kelapa hias, dan bunga titonia. Makhluk hidup yang memanfaatkan produsen sebagai bahan makanannya disebut konsumen. Konsumen yang memakan produsen disebut konsumen tingkat 1. Konsumen tingkat 1 dimakan oleh konsumen tingkat 2, dst. Konsumen disebut juga organisme heterotrof. Dari hasil pengamatan konsumen 1 adalah belalang, ulat, burung, dan kupu-kupu.

         Komponen biotik lainnya adalah pengurai dan detrivor. Pengurai adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan orgnik kompleks) menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepas bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Pada pengamatan yang merupakan pengurai adalah jamur. Detrivor adalah hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik yang mengkonsumsi hewan atau tumbuhan yang telah mati dan membusuk. Pada pengamatan yang merupakan detrivor adalah cacing tanah, kaki seribu, dan kecoa. Agar terciptanya keseimbangan dalam ekosistem maka diperlukan pola interaksi yang baik antara komponen abiotik dan biotik.

H.          Kesimpulan

         Di dalam ekosistem terjadi hubungan timbal balik antara komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah benda mati di alam ekosistem seperti angin, air, cahaya matahari, suhu, dan kelembaban. Komponen biotik penyusun ekosistem adalah produsen, konsumen, pengurai dan detrivor. Produsen dapat mensintesis makanan sendiri seperti rumput, pohon coklat, dan bonsai. Konsumen adalah organisme pemakan konsumen seperti belalang, ulat, dan burung. Pengurai dan detrivor untuk menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang mati seperti jamur dan cacing tanah.

I.             Kesulitan yang dialami

         Kesulitan yang dialami adalah saat kegiatan dokementasi terhadap objek uang kecil seperti hewan yang terdapat dalam tubuh organisme seperti cacing dan komponen abiotik yang tidak bisa diamati secara langsung seperti angin dan suhu.


DAFTAR PUSTAKA

Ramlati, dkk. 2017. Ekologi. Jakarta: Kemendikbud.

Tim Biologi Umum. 2005. Buku Ajar Biologi Umum. Padang: UNP Press.

Utomo, Suyud Warno, dkk. 2019. Ekologi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

No comments:

Post a Comment

ASESMEN SUMATIF TENGAH SEMESTER BIOLOGI

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT DINAS PENDIDIKAN SMAN 1 KECAMATAN SULIKI SOAL ASESMEN SUMATIF TENGAH    SEMESTER GANJIL TAHUN ...