LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM
EKOSISTEM
DARAT
A.
Tujuan Praktikum
Membandingkan
komponen-komponen yang terdapat pada ekosistem darat alami dan buatan.
B.
Alat Dan Bahan
1.
Seperangkat alat tulis
2.
Lup/kaca pembesar
3.
Barometer
4.
Lingkungan sekitar.
C.
Landasan Teori
Ekologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari
hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Makhluk hidup
dalam kasus pertanian adalah tanaman, sedangkan lingkungannya dapat berupa air,
tanah, unsur hara, dan lain-lain. Kata ekologi sendiri berasal dari dua kata
dalam bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos artinya rumah atau tempat
tinggal, sedangkan logos artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi semula ekologi
artinya “ilmu yang mempelajari organisme di tempat tinggalnya”. Umumnya yang dimaksud
dengan ekologi adalah “ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara
organisme atau kelompok organisme dengan lingkungannya”. Saat ini ekologi lebih
dikenal sebagai ”ilmu yang l mempelajari struktur dan fungsi dari alam”. Bahkan
ekologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari rumah tangga makhluk hidup
(Utomo, 2019: 1.3).
Jika melihat ekosistem berdasarkan komponen penyusunnya,
maka dapat dibedakan menjadi empat komponen yaitu 1) komponen abiotik, yaitu
komponen fisik dan kimia yang terdiri atas tanah, air, udara, sinar matahari,
dan sebagainya dan merupakan medium atau substrak tempat berlangsungnya
kehidupan, 2). Produsen yaitu organisme autotrof misalnya umumnya terdiri dari
tumbuhan berklorofil, yang dapat mensintesis makanan dari bahan-bahan anorganik
yang sederhana 3). Konsumen yaitu organisme heterotrof, misalnya hewan dan
manusia untuk hidupnya memakan organisme lain. 4). Pengurai, perombak yaitu
organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati
(bahan orgnik kompleks) menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepas
bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen, bakteri
dan jamur termasuk dalam kelompok ini (Ramlawati, 2017: 7).
Lingkuangan biotik dalam suatu ekosistem dapat berupa tumbuhan
dan hewan. Lingkungan abiotik adalah benda-benda mati dan faktor fisika yang
ada disekeliling hewan. Secara keseluruhan lingkungan abiotik itu dapat berupa
tanah, air, bahan organik mati, gas, suhu, kelembaban, tekanan udara, angin,
arus air, dan gravitasi (Tim biologi umum, 2005: 128).
D.
Prosedur Percobaan
1.
Tentukan ekosistem darat alami di
sekitar tempat tinggal atau sekolah tempat Anda mengajar yang akan kita amati
komponen-komponennya.
2.
Setelah Anda temukan tempatnya, kemudian
amati komponen-komponen abiotiknya meliputi suhu udara, pencahayaan, angin,
jenis/warna tanah.
3.
Untuk mengetahui suhu udara gunakan
barometer, sementara untuk mengetahui keadaan pencahayaan, angin, atau tanah
anda dapat memperkirakannya saja.
4.
Catat semua data pada Tabel 2.1 dalam
lembar kerja di belakang modul ini.
5.
Setelah mengamati komponen abiotik anda
perhatikan komponen biotiknya. Catat semua makhluk hidup yang ada di ekosistem
tersebut.
6.
Mulailah mencatat jenis tumbuhan sebagai
produsen yang ada. Jika dapat lengkapi dengan nama latinnya.
7.
Catat semua jenis hewan sebagai konsumen
yang Anda temui di ekosistem tersebut, baik yang tetap maupun yang hanya
singgah (hewan terbang).
8.
Amati lebih teliti hewan-hewan kecil
yang mungkin terdapat di dalam tanah/dekat permukaan., atau pada sela-sela
daun/batang, gunakan kaca pembesar jika perlu.
9.
Semua data dicatat pada tabel 2.2 dalam
lembar kerja di belakang modul ini.
10.
Sebagai pembanding, tentukan suatu ekosistem
darat buatan yang ada di sekitar tempat tinggal atau sekolah tempat mengajar
Anda.
11.
Lakukan semua kegiatan dari nomor 2
sampai dengan nomor 8 seperti di atas. Kemudian semua data di catat pada tabel
2.3 dan tabel 2.4 dalam lembar kerja di belakang modul.
12.
Buat kesimpulan umum tentang perbedaan
pada kedua tipe ekosistem tersebut.
E.
Hasil
Pengamatan
Tabel 1. Komponen Biotik Ekosistem Darat Alami
|
No |
Komponen
Abiotik |
Kondisi/keadaan |
|
1 |
Angin |
Semilir |
|
2 |
Tanah |
Hitam/subur |
|
3 |
Air |
Cukup |
|
4 |
Cahaya |
Sangat cukup |
|
5 |
Suhu |
- |
Tabel 2. Komponen Biotik Ekosistem Darat Alami
|
No |
Jenis
Tumbuhan |
Jenis
Hewan |
Pengurai |
|
1 |
Pohon
coklat |
Semut |
Jamur |
|
2 |
Anggrek
hutan |
Belalang |
Cacing
tanah |
|
3 |
Talas
rambat |
Nyamuk |
Kaki
seribu |
|
4 |
Rumput
teki |
Kadal |
|
|
5 |
Bondatan |
Tupai |
|
Tabel
3. Komponen Abiotik Ekosistem Darat
Alami
|
No |
Komponen
Abiotik |
Kondisi/keadaan |
|
1 |
Angin |
Semilir |
|
2 |
Tanah |
Hitam/subur |
|
3 |
Air |
Cukup |
|
4 |
Cahaya |
Sangat cukup |
|
5 |
Suhu |
- |
Tabel
4. Komponen Biotik Ekosistem Darat
Buatan
|
No |
Jenis
Tumbuhan |
Jenis
Hewan |
Pengurai |
|
1 |
Bonsai |
Ulat |
Jamur
kayu |
|
2 |
Eucaliptus |
Kupu-kupu |
Kecoa |
|
3 |
Mawar |
Burung |
Cacing
tanah |
|
4 |
Kelapa
hias |
Kumbang |
|
|
5 |
Bunga
titonia |
Capung |
|
F.
Pertanyaan-pertanyaan
Menurut
pendapat Anda ekosistem manakah yang mempunyai jenis komponen biotik lebih banyak?
Mengapa demikin? Jelaskan dengan singkat?
Jawab:
Menurut saya ekosistem yang mempunyai jenis komponen
biotik yang lebih banyak adalah ekosistem darat alami. Ekosistem darat alami
adalah ekosistem yang terbentuk secara spontan tanpa campur tangan manusia. Di
dalam ekositem tersebut di disusun oleh komponen biotik dan abiotik secara
seimbang. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibuat oleh manusia untuk
tujuan tertentu. Dalam pengamatan yang dilakukan pada ekosistem kebun. Kebun
selalu di jaga oleh manusia, misalnya apabila terdapat ulat dan gulma pada
tanaman maka akan dibasmi atau disemprot dengan pestisida. Sehingga selalu ada
kontrol dari manusia pada ekosistem buatan. Hal ini sangat berbeda dengan
ekosistem alami yang dibiarkan begitu saja sehingga organisme biotik dan
komponen abiotik pun ada dengan apa adanya.
G.
Pembahasan
Di
dalam ekosistem terjadi hubungan atau interaksi antara komponen biotik dan
abiotik. Komponen abiotik adalah benda mati penyusun ekosistem. Ekosistem yang
diamati dalam praktikum ini adalah ekosistem darat alami dan darat buatan. Komponen
abiotik yang terdapat di ekosistem darat alami dan buatan adalah angin, tanah,
air, cahaya, dan suhu. Komponen abiotik sangat diperlukan dalam ekosistem.
Komponen abiotik tersebut harus berada dalam keadaan setimbang agar komponen
biotiknya tidak terganggu. Antara satu ekosistem dengan ekosistem lainnya
disusun oleh komponen abiotik yang berbeda-beda. Pada ekosistem darat air
adalah faktor pembatas utama karena organisme darat terus-menerus menghadapi
perbedaan dehidrasi. Medium untuk hidup di darat adalah udara, oleh karena itu
perubahan suhu sangat besar dibandingkan dengan ekosistem perairan. Pada
ekosistem darat ini terdapat penghalang geografi sehingga komponen biotik tidak
dapat bergerak secara bebas.
Komponen
biotik adalah makhluk hidup yang menyusun suatu ekosistem. Komponen biotik
terdiri dari produsen, konsumen, dan pengurai. Produsen adalah makhluk hidup
yang dapat mensintesis makanan sendiri. Tumbuhan hijau sebagai produsen pada
ekosistem darat alami adalah pohon coklat, anggrek hutan, talas rambat, rumput
teki, dan bandotan. Produsen pada ekosistem darat buatan adalah bosai,
eucaliptus, mawar, kelapa hias, dan bunga titonia. Makhluk hidup yang
memanfaatkan produsen sebagai bahan makanannya disebut konsumen. Konsumen yang
memakan produsen disebut konsumen tingkat 1. Konsumen tingkat 1 dimakan oleh
konsumen tingkat 2, dst. Konsumen disebut juga organisme heterotrof. Dari hasil
pengamatan konsumen 1 adalah belalang, ulat, burung, dan kupu-kupu.
Komponen
biotik lainnya adalah pengurai dan detrivor. Pengurai
adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme
mati (bahan orgnik kompleks) menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan
melepas bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen.
Pada pengamatan yang merupakan pengurai adalah jamur. Detrivor adalah hewan
pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik yang mengkonsumsi hewan atau tumbuhan
yang telah mati dan membusuk. Pada pengamatan yang merupakan detrivor adalah
cacing tanah, kaki seribu, dan kecoa. Agar terciptanya keseimbangan dalam
ekosistem maka diperlukan pola interaksi yang baik antara komponen abiotik dan
biotik.
H.
Kesimpulan
Di
dalam ekosistem terjadi hubungan timbal balik antara komponen abiotik dan
biotik. Komponen abiotik adalah benda mati di alam ekosistem seperti angin,
air, cahaya matahari, suhu, dan kelembaban. Komponen biotik penyusun ekosistem
adalah produsen, konsumen, pengurai dan detrivor. Produsen dapat mensintesis
makanan sendiri seperti rumput, pohon coklat, dan bonsai. Konsumen adalah
organisme pemakan konsumen seperti belalang, ulat, dan burung. Pengurai dan
detrivor untuk menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang mati seperti jamur dan
cacing tanah.
I.
Kesulitan yang dialami
Kesulitan yang dialami
adalah saat kegiatan dokementasi terhadap objek uang kecil seperti hewan yang
terdapat dalam tubuh organisme seperti cacing dan komponen abiotik yang tidak
bisa diamati secara langsung seperti angin dan suhu.
DAFTAR PUSTAKA
Ramlati, dkk. 2017. Ekologi. Jakarta: Kemendikbud.
Tim Biologi Umum. 2005.
Buku Ajar Biologi Umum. Padang: UNP
Press.
Utomo, Suyud Warno, dkk. 2019. Ekologi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
No comments:
Post a Comment