<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4428412737778416"
crossorigin="anonymous"></script>
REVIEW JURNAL
MYSTERY OF
FOSSILS
Kelompok 4
Hanisa Fitri (14031029)
Ingga Sucika Dasril (14031011)
Sarah (14031017)
JURUSAN
BIOLOGI
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2017
PENDAHULUAN
A.
Judul : Mystery Of Fossils: A
Review
B.
Volume :
3
C.
Penulis :
Shankar Murthy, K dan Kiran B. R
D.
Asal :
Karnataka, India
E.
Bidang :
Botani dan Bioteknologi
F.
Tempat penelitian : Universitas Kuvempu, Karnataka, India.
G.
Tahun :
2012
H.
Jurnal :
Internasional riset ilmu terbaru
ANALISIS ISI JURNAL
A.
Konten
Fosil adalah
bagian dari flora dan fauna mati mengalami fosilisasi hanya terjadi di pada
kasus langka, ketika tanaman atau hewan mati di situasi yang tepat. mayat hewan
biasanya dimakan oleh sesuatu, atau bakteri pengurai sebelum mengalami
fosilisasi, dan bahkan bagian yang keras pun seperti tulang dan kerang yang
akhirnya hancur melalui erosi dan korosi. Trik untuk menjadi fosil adalah untuk
mati di tempat yang tidak diurai oleh bakteri tertentu. Ini berarti terkubur di
pasir, tanah atau lumpur dan tempat terbaik untuk itu adalah di dasar laut atau
sungai. Mengetahui sesuatu tentang jenis kehidupan kuno dan lingkungan yang
telah ada sejak dahulu dapat memberitahu kita bagaimana kehidupan beradaptasi tetapi
juga bagaimana perubahan iklim. Fosil juga bisa hanya memberitahu kami besar
cerita tentang apa yang terjadi jutaan tahun yang lalu. Jumlah besar kehidupan
di bumi selama jutaan tahun akan menyarankan bahwa akan ada lebih banyak
penemuan fosil berbagai jenis baik ke masa depan. Sangat mungkin bahwa kami
akan terus membuat penemuan luar biasa dari fosil. Sebuah perbandingan dari
sisa-sisa organisme fosil dan baru-baru ini dapat memberikan informasi penting
tentang lingkungan kuno, serta berbagai prinsip dalam biologi. Hal ini
memberikan informasi tentang bagaimana pola lingkungan ditentukan dan bagaimana
memanfaatkan spesimen tersebut untuk menggambarkan berbagai konsep dalam
biologi dan paleontologi. Hal ini juga tampaknya mungkin bahwa di masa depan kita
dapat menemukan fosil bukti kehidupan masa lalu di planet lain.
B.
Metode
Berbagai metode digunakan
oleh ahli paleontologi seperti stratigrafi yaitu berdasarkan tingkatan,
biostatigrafi tingkatan strata yang sama antara flora dan fauna pada tempat
yang berbeda, radiometri yaitu umur fosil dan batuan dapat di perkirakan oleh
radiometri, serta masih banyak metode lain yang digunakan oleh para ahli yaitu
dengan menggunakan unsur kimia seperti uranium, karbon, dan pentasium.
C.
Hasil
Tim peneliti dari University
of Lucknow telah menemukan fosil ukuran raksasa, lima kilometer dari Jodhpur di
Sursagar tambang wilayah, Rajasthan. Penemuan fosil ukuran raksasa telah
membuka jendela baru untuk memahami evolusi kehidupan di bumi. Hal ini dianggap
sebagai fosil tanaman non karbon terbesar. Ini adalah sekitar 140 kali lebih
besar dari spesies alga hari ini. Memiliki karakteristik fisik tanaman
Vaucheriacean. Tanaman Vaucheriacean adalah jenis ganggang hijau kuning
ditemukan di air tawar atau laut. Tim peneliti juga telah membahas media
tentang temuan mereka. Menurut salah satu peneliti, fosil tumbuhan mengandung
karbon dan memiliki struktur sederhana. Dia juga mengatakan bahwa sangat jarang
untuk menemukan fosil yang isinya karbon non-karbon atau kurang. Fosil tumbuhan
mega ini menyiratkan kemungkinan keberadaan hidrokarbon yang tinggi di Marwar
Basin sebagai tanaman Vaucheriacean diketahui sebagai cadangan minyak bahan
makanan. Fosil-fosil yang terlihat oleh mata telanjang dan sedang disimpan di
bawah pelestarian yang tepat. Para peneliti mengharapkan bahwa tanaman mungkin umurnya
630-542 juta tahun.
D.
Kesimpulan
Fosil adalah dokumen evolusi
di mana melalui fosil kita dapat mengumpulkan informasi tentang organisme hidup
dari periode geologi masa lalu. Fosil-fosil ini memberikan kami informasi
fisiologis dan genetik tentang flora dan fauna masa lalu.
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4428412737778416"
crossorigin="anonymous"></script>
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block; text-align:center;"
data-ad-layout="in-article"
data-ad-format="fluid"
data-ad-client="ca-pub-4428412737778416"
data-ad-slot="3050650303"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
PENUTUP
A.
Kesimpulan kelompok
Fosil adalah semua sisa,
jejak, ataupun cetakan dari manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan yang telah
terawetkan dalam suatu endapan batuan dari masa geologis atau prasejarah yang
telah berlalu. Karena terendapkan, maka sebuah fosil harus diperhitungkan dalam
ribuan tahun. Kelompok kami setuju dengan hasil yang diungkapkan di dalam
jurnal ini. Peneliti University of Lucknow telah menemukan fosil ukuran raksasa
berukuran lima kilometer dari Jodhpur di Sursagar tambang wilayah, Rajasthan.
Penemuan fosil ukuran raksasa telah membuka jendela baru untuk memahami evolusi
kehidupan di bumi. Kami setuju karena fosil merupakan petunjuk dari adanya
evolusi yang berlangsung secara terus menerus. Fosil adalah dokumen evolusi di
mana melalui fosil kita dapat mengumpulkan informasi tentang organisme hidup
dari periode geologi masa lalu. Fosil-fosil ini memberikan kami informasi
fisiologis dan genetik tentang flora dan fauna masa lalu.
Fosil dapat
memberikan petunjuk tentang proses kematian dan penguburan suatu organisme,
termasuk penyebab dan cara kematian, pembusukan, dekomposisi, transportasi dan
penguburannya. Catatan fosil adalah salah satu sumber awal data yang relevan
dengan studi evolusi dan terus menjadi relevan dengan sejarah kehidupan di
Bumi. Fosilisasi merupakan proses penimbunan sisa-sisa hewan atau tumbuhan yang terakumulasi dalam sedimen
atau endapan-endapan baik yang
mengalami pengawetan secara menyeluruh, sebagian ataupun jejaknya saja.
Terdapat beberapa syarat terjadinya pemfosilan yaitu antara lain: Organisme mempunyai bagian tubuh yang keras, mengalami
pengawetan, terbebas dari bakteri pembusuk, terjadi secara alamiah, mengandung
kadar oksigen dalam jumlah yang sedikit.
Selain
bermanfaat dalam bidang evolusi, fosil juga bermanfaat dalam bidang ilmu lain
seperti taksonomi, fosil mengandung informasi morfologis sehingga ilmuwan dapat
mengenal dan memberinya nama serta mengtahui hubungannya dengan organisma lain
berdasarkan morfologi tersebut. Dalam ilmu etiologi (ilmu tentang perilaku), fosil
memberi informasi tentng cara hidup suatu organisme yang dulu pernah hidup dan
sekarang telah punah. Segi ekologi, fosil memberi informasi dan pemahaman
tentang sifat dan perkembangan ekosistem dan tentang interaksi antara hewan dan
tumbuhan dengan lingkungannya di masa purba. Segi lingkungan, organisme
tertentu distribusi dan keragamannya terbatas pada lingkungan tertentu
(disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan). Keadaan lingkungan purba seperti
salinitas, suhu, dan tingkat oksigen dapat diketahui melalui perbandingan
antara organisma hidup dengan fosil, serta masih banyak sumbangan terhadap ilmu
lainnya.
B.
Saran kelompok
Jurnal ini sangat membantu
dan menambah pengetahuan tentang evolusi khususnya petunjuk evolusi yaitu
fosil. Kelompok kami berharap semakin banyak petunjuk dari evolusi yang
ditemukan sehingga dapat memberikan sumbangan yang besar dalam evolusi
mengingat zaman sudah semakin cangging tentu untuk penemuan petunjuk evolusi
pun dapat menggunakan peralatan yang modern.
DAFTAR PUSTAKA
Palmer,
Douglas. 2002. Buku saku: Fosil; alih
bahasa,Yulin Lestari. Jakarta: Erlangga.
Shankar Murthy, K1 and Kiran B.R. 2012. Review
Article Mystery Of Fossils. International Journal of Recent Scientific Research. Vol. 3, Issue, 11, pp.901 907, November,
2012.
Silahkan dowload jurnal Mystery Of Fossils pada link di bawah ini
No comments:
Post a Comment